Komponen Setrika Listrik
Minggu, 22 Desember 2019
Edit
Komponen yang Dimiliki Setrika Listrik
Seperti yang sudah kita mengerti, setrika merupakan salah satu dari sekian banyak penunjang penampilan. Itulah mengapa pentingnya bagi kita untuk mengetahui komponen apa saja yang dimiliki oleh setrika pada umumnya. Mengapa? Karena hal ini akan membantu kita untuk mengamati setrika jika ada komponen yang rusak dan butuh adanya perbaikan.
Lalu apa saja komponen-komponen tersebut?
1. Kabel Daya
Bagian ini merupakan bagian yang dimiliki oleh kabel listrik arus bolak balik (AC), yang berarti arus listrik pada setrika mengalir tidak berubah-ubah dengan adanya waktu. Selain itu kabel daya ini dibungkus oleh inti serabut dan bahan isolasi kain yang menjadikan ia menjadi lentur dan tidak mudah putus.
2. Elemen Pemanas
Elemen pemanas yang merupakan komponen utama sebuah setrika ini sering juga disebut dengan heater. Dari elemen panas inilah sumber panas dihasilkan, yang berarti elemen ini juga yang berperan sebagai pengubah energi listrik menjadi energi panas.
3. Alas Setrika
Alas setrika ini merupakan komponen yang langsung bersentuhan dengan pakaian. Alas setrika berfungsi untuk mengkompersikan energi panas pada heater menjadi pelicin pada kain. Komponen ini biasanya terbentuk dari bahan anti karat, beberapa contohnya seperti alumunium dan stenless steel.
4. Penutup dan Pemberat
Komponen yang satu ini bertujuan untuk mencegah terkenanya sengatan listrik atau sering disebut dengan isolator, bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan listrik. Pemberat biasanya terbuat dari besi dan sesuai dengan namanya, fungsinya sebagai pemberat setrika agar memudahkan dalam pemakaiannya.
5. Lampu Indikator
Merupakan lampu on/off yang biasanya tertera pada setrika yang menandakan apakah setrika tersebut sudah tersambung dengan sumber tegangan atau belum. Jika sudah maka lampu akan menyala, dan sebaliknya, jika belum tersambung maka lampu indikator tidak akan menyala.
6. Pengatur Suhu
Komponen inilah yang disebut dengan thermostat. Pengatur suhu biasnanya menggunakan prinsip bimetal. Prinsip kerja bimetal menggunakan konsep pemuaian, khususnya muai panjang. Jadi, bimetal peka terhadap perubahan suhu. Jika keping bimetal dipanaskan atau dinaikan suhunya, maka akan melengkung ke arah logam yang memiliki angka koefisien muai panjangnya kecil.
Demikian artikel yang dapat saya buat. Sekarang kita sudah mengenal setrika listrik dengan detil, semoga bermanfaat. :D
Penulis : SHELVI MAGRETA